4 Valve vs 2 Valve (Part 2) on Moto Gp!!

Kenapa Moto GP menggunakan 4 Valve??? bukan 2 Valve??? padahal kerugian beban yang digunakan pada 2 valve lebih kecil dari pada 4 Valve…

Mari kita simak ulasannya ala Rezaholic πŸ˜€

Okey…

Moto GP, basis mesin dari Moto GP sendiri rata rata menggunakan 4 silinder, baik itu Inline, V, L, atau yang lain dan dalam Regulasi Moto GP, maksimal ukuran piston yang boleh digunakan adalah 81mm, soo penulis mengambil diameter 81mm sebagai ukuran kubah πŸ˜€

Sesuai buku teori peter burgess dan david gollan, dalam Racing, Besaran Gas Speed untuk mendapatkan torsi dan power maksimal berada pada angka 50 – 80ms, sedangkan efisiensi volumetri penulis patok 100%, karena ini mesin kompetisi prototype.

Angka ini tidak mutlak, ini hanya sebagai gambaran bagaimana Valve Size mempunyai andil dalam performa motor πŸ˜€

Bagai mana jika Moto GP hanya menggunakan 2 Klep??

Moto GP 2 Valve

Moto GP 2 Valve

Jika Moto GP menganut konfigurasi 2 valve, maka dengan kubah 81 mm, hanya dapat menampung klep berukuran 44mm dan 37mm, apa sih impact nya dari ukuran klep 44mm dan 37mm tersebut??

Kali ini penulis menggunakan alat hitung yang di ciptakan oleh punggawa BRT, om tomy huang πŸ˜€

Jika Moto GP hanya 2 Valve

Jika Moto GP hanya 2 Valve

Jika Moto GP hanya menggunakan 2 Valve, Potensial Intake Flow hanya berada pada angka 288,895 CFM@28 Inch H2O, Β dan Debit Exhaust berada pada 193,911 CFM@28 Inch H2O, dengan flow sebesar itu dan kubikasi 250cc, maka menjadikan potensi peak power terletak pada 12989 rpm, selebihnya torsi akan menurun..!! πŸ˜€

Padahal kita sendiri tahu, kalo Moto GP sering tembus hingga diatas 15.000 rpm!! 😯

Bagaimana jika menggunakan 4 Valve??

Moto GP 4 Valve

Moto GP 4 Valve

Namun, jika Moto GP menggunakan konfigurasi 4 Valve dengan lebar mangkuk yang sama, yaitu 81mm, bisa dicangkok Valve in 35mm dan Valve out 31mm, jika dikonversikan kedalam 2 Valve, ini setara kombinasi 50mm dan 44mm..!!! jauh lebih besar dari konvigurasi 2 Valve yang hanya 44mm dan 37mm πŸ˜€

Bagaimana jika dimasukan kedalam performance calculator??

Moto GP 4Valve

Moto GP 4Valve

Dengan Katup yang lebih besar, secara otomatis asupan udara dan bahan bakar akan meningkat! dariΒ Potensial Intake Flow hanya berada pada angka 288,895 CFM@28 Inch H2O menjadi 378.470 CFM@28 Inch H2O, dan Debit Exhaust berada pada 193,911 CFM@28 Inch H2O Menjadi 281.976 CFM @28 Inch H2O. meningkat hampir 30% πŸ˜€

Dengan potensi flow sebesar itu, tentu saja suplay gas motor akan meningkat, dari peak power diangka 12989 rpm mampu digeser naik hingga 17.017 rpm, Β mengerikan πŸ‘Ώ

Itulah gambaran mengapa Moto Gp menggunakan multi valve, bukan hanya 2 Valve πŸ˜€

Okay, That’s it, Next penulis bakalan bahas penerapan perhitungan Valve Size ini pada motor harian, πŸ˜€

Soo… stay tuned on Rezaholic.wordpress.com πŸ˜€

32 thoughts on “4 Valve vs 2 Valve (Part 2) on Moto Gp!!

  1. dejectermoto9191

    dohc dan sohc jga mmpengaruhi ,cntoh vixion sohc tp 4 valve bktinya lbih josss putaran bawah ktimbang atas ,dan rpm.nya jga ga bda jauh sma yg 2 valve CMIIW

  2. kesuwen antri

    Mas bro,klo ga salah dulu rossi pertama msk yamaha pas M1 dulu kurang tenaga benarkah mesinnya dulu pke in 3 klep,ex 2 klep??
    Trs rossi nuntut biar M1 bertenaga djadikn in 2 klep,ex 2 klep,,
    benarkah itu?? Jk benar harusnya yg in 3 klep debitnya lebih jos dunk,knp kq akhirnya in 2 klep aja??
    Tu prkembangan M1 yg akhirnya mnerapkn pengapian “big bang” sgala,mlh puyeng aq mas bro..

  3. rezaholic Post author

    Awal era 4 tak, regulasi memperbolehkan aplikasi 5 klep, namun seiring perkembangan, pemangkasan biaya, regulasi berubah menjadi maksimal 4 klep/silinder πŸ˜€

  4. air

    Untuk mesin 2tak rpm tdk bisa dipatok terlalu tinggi karena jika rpm terlalu tinggi, saat campuran udara&bahan bakar didorong naik melalui “saluran bilas” (istilah bengkelnya) maka sebagian akan ikut keluar bersama gas sisa pembakaran sehingga efisiensi volumetrik malah menurun

  5. air

    Untuk mesin 2tak rpm tdk bisa dipatok terlalu tinggi karena jika rpm terlalu tinggi, saat campuran udara&bahan bakar didorong naik melalui “saluran bilas” (istilah bengkelnya) maka sebagian akan ikut keluar bersama gas sisa pembakaran sehingga efisiensi volumetrik malah menurun

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s