Pedagang Sunmor Rusak Fasilitas Kampus UGM Yogyakarta

Minggu, 16 Maret 2014

Sebuah catatan ditorehkan lagi di kampus biru, bukan masalah akademis atau apa.. ini masalah lahan jualan pedagang.. ๐Ÿ˜†

Tiap minggu pagi memang ada ritual khusus di UGM, ritual tersebut bernama sunday morningan.. ๐Ÿ˜ˆ kalok anak kampus biasa menyebutnya dengan kata sunmor, jangan berfikir aneh aneh tentang ritual ini, ini cuma jalan jalan pagi biasa.. menikmati indahnya weekend di jogja..

Dan pembaca pasti tahu kebiasan orang indonesia… dimana ada keramaian disitu ada PKL :mrgreen:

Pagi ini.. Para pedagang sunmor ramai ramai melakukan sabotase dengan membuka paksa gerbang masuk area kampus.

Pembongkaran Paksa

Pembongkaran Paksa

Dengan jumlah masa yang bombastis #halah, ngga pake lama.. gerbang pun berhasil dilumpuhkan ๐Ÿ˜†

Berhasil Masuk

Berhasil Masuk

Sebenernya sudah beberapakali demo dan dialog antara pihak kampus dengan pihak pedagang.. kampus juga sudah memberi opsi dengan merelokasi pedagang.. ke bagian timur.. namun karena berbagai alasan pedagang tetep keukeuh ndak mau pindah lokasi baru..

Dari kacamata sempit penulis sebagai seorang mahasiswa.. sebenernya kelakuan pedagang ini sudah kelewatan, kalo masih demo demo.. selama damai dan ngga anarkis, ngga masalah.. tapi kalo sudah berujung pada perusakan fasilitas kampus mbok yaa di hindari…

Penulis yakin.. pasti para pedagang tersebut juga banyak yang berpendidikan tinggi, bahkan lebih tinggi dari penulis.. bagaimana perasaanmu kalo kampusmu dirusak ??ย Bukankah Jogja berhati nyaman?ย 

Pic: Twitter LM Psikologi Ugm

21 thoughts on “Pedagang Sunmor Rusak Fasilitas Kampus UGM Yogyakarta

  1. hangga

    Sabotase aja… rektor kasih intruksi “hey mahasiwa, ente stop jajan2 di sekitar kampus kecuali jajan ke padagang di sebelah timur” seiring waktu pasti pindah ke timur semua tu pedagang he he he he he

  2. muji prayoga

    sedikit memberikan komentar
    semoga bisa memberikan sedikit gambaran “mengapa pedagan menjebol portal UGM”
    disini saya juga mahasiswa salah satu PTS di jogja juga anggota pedagang sunmor UGM
    wacana relokasi diberikan oleh pihak UGM melaui surat edaran (tanpa musyawarah terlebih dahulu) dengan alasan awal yang kurang masuk akal, alasan yang cukup masuk akal untuk relokasi adalah UGM mau menjadikannya kampus ‘educopolis” dimana untuk melaksanakan konsep tersebut kampus harus bebas dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan riset, akademik, penelitian, dsb
    sehingga untuk melaksanakan konsep educopolis maka dilakukan relokasi sunmor UGM ke lingkar timur, tapi karena jalan lingkar timur adalah jalan umum(kampung) maka apa bila sunmor ugm pindah disana secara langsung maupun tidak akan berhadapan dengan dinas pasar (terkait dengan PKL), selanjutnya pedagang akan bentrok dengan masyarakat karangmalang, karena jelas kegiatan sunmor UGM di jalan lingkar timur mengganggu akses mereka. selain itu jalan lingkar timur sangat kurang memadai untuk kegiatan sunmor ugm, karena sudah diadakan beberapa kali uji lokasi dan hasilnya sangat kurang,
    untuk itu maka paguyuban sunmor ugm yang notabene sudah puluhan tahun jualan di sunmor ugm menolak untuk relokasi,
    selain itu juga UGM yang bediri mengatasnamakan kampus kerakyatan dalam hal ini secara langsung menindas “rakyat”: yang menggantung kan hidupnya di sunmor ugm, jumlah pedagan 784 pedagang, serta apabila sunmor di tutup/relokasi 3000 orang lebih akan mengalami dampaknya,
    mediasi-mediasi antara paguyuban pedagang dengan pihak UGM sudah beberapa kali dilakukan tetapi pihak UGm tetap ngotot agar sunmor direlokasi,
    langkah-langkah yang dilakukan paguyuban untuk mempertahankan sunmor ugm antara lain, mencari dukungan baik secara formal (pemerintahan) maupun non formal (organisasi)
    sampai saat ini dukungan yang sudah di dapatkan antara lain, dari DPRD kota yogyakarta, YLBH (yayasan lembaga bantuan hukum), komnas HAM, Gusti Pembayun “Pihak Keraton”
    dll,
    pada saat jebol portal dijaga juda aparat kepolisian tetapi pihak kepolisian hanya sebagai penengah (tidak memihak) mengantisi-pasi adanya tindakan kriminal.
    mungkin itu bisa sedikit memberikan gambaran, terima kasih banya
    salam

  3. shepoxs

    Wah masih mending cuman jebol portal daripada bakar GSP… hehe (jokes). Semua bakal selesai kalo semua pihak bisa dewasa berdiskusi terkait penataan baik kampus maupun Sunmor itu sendiri. Masalah tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang… Masalah ini sangat sensitif karena terkait dengan “perut”, jadi setiap pihak terkait harus bijaksana dalam bersikap..

  4. Budi

    tujuan buka portal oleh pedagang merupakan hal yg sangat masuk akal, tujuan pedagang hanya ingin jualan mencari penghidupan. ini masalah perut hajat hidup orang banyak. niat pedagang dari rumah datang ke jl notonegoro dan olahraga di wilayah kampus UGM ingin berjualan, karena jalan biasanya tidak ditutup tapi sejak februari tiap minggu pagi jalan itu ditutup, pedagang mau tidak mau harus membuka pintu itu untuk berjualan. para pedagang heran UGM adalah intitusi pendidikan yg mendunia menghasilkan banyak orang cerdas di indonesia, tapi tidak bisa berfikir cerdas dalam memandang konsep dan fungsi kampus kerakyatan. saya juga malu sebagai alumni MHS UGM, pengelola kampus semendunia UGM orang nya tdk bisa berfikir cerdas, padahal mereka itu berpendidikan tinggi sampai guru besar atau Profesor. yg salah kebijakan rezim atau kesalahan mental atau ambisi yang sakit oleh pengambil kebijakan di UGM saat ini.

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s